>

Popular tags

Jadwal Sholat

Jadwal Sholat Kota Solo

Kalender Hijriah

Support PALESTINE

Support Palestine

I LUV ISLAM


QUOTES


Yes, I'm Blogger!

CSA 2

Hati-hati menjaga hati, biarlah semua menjadi indah pada waktunya

lonelinessWanita muslimah laksana bunga yang menawan, wanita muslimah yang sholehah bagaikan sebuah perhiasan yang tiada ternilai harganya….

Begitu indah, begitu berkilau dan menentramkan….

Teramat banyak yang ingin meraih bunga tersebut….

Namun tentunya.…tak sembarang orang berhak meraihnya….menghirup sarinya…. hanya yang dia yang benar-benar terpilihlah.…yang dapat memetiknya.…meraih pesonanya….

Dengan harga mahal yang teramat suci….

Sebuah ikatan amat indah.…bernama pernikahan.…

Karena itu.…sebelum saatmu tiba….

Janganlah engkau biarkan seorang muslimah layu sebelum masanya.…

Jangan kau menjadikan serigala liar membuatnya bahan permainan dalam keisenganmu.…

Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….atas nama taaruf.…atas nama cinta.…

Ya.…atas nama cinta.…

Jangan kau biarkan ia permainkan hatimu yang rapuh….

Atas nama taaruf…atas nama Cinta

Kau tau saudaraku…??

Jika seseorang jatuh cinta….maka cinta akan membungkus seluruh aliran darahnya…membekuknya dalam jari-jarinya dan menutup semua mata.…hati dan pikirannya….

Membuat seseorang lupa akan prinsipnya….

Membuat seseorang lupa akan besarnya fitnah ikhwan-akhwat.…

Membuat seseorang lupa akan apa yang benar dan apa yang seharusnya ia hindarkan.…

Membuat seseorang itu lupa akan apa yang telah ia pelajari sebelumnya tentang batasan-batasan pergaulan ikhwan akhwat.…

Membuat seseorang menyerahkan apapun…supaya orang yang ia cintai.…”bahagia” atau ridho terhadap apa yang ia lakukan.…

Membuat orang tersebut lupa…bahwa….cinta mereka belum tentu akan bersatu dalam pernikahan….

Wahai saudaraku….akhi fillah.…

Jangan sampai cinta menjerumuskanmu dalam lubang yang telah engkau tutup rapat sebelumnya.…

Karena itu…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh.…segeralah.…buat sebuah benteng yang tebal.…yang kokoh.…

Tanam rumput beracun disekelilingnya.…

Pasang semak berduri di muara-muaranya….

Cinta sejati hanyalah pada Rabbul Izzati….

Cinta yang takkan bertepuk sebelah tangan….

love_quran_1

Namun Allah tidak egois mendominasi cinta hamba-Nya….

Dia berikan kita cinta kepada anak, istri, suami, orang tua, kaum muslimin.…

Cinta begitu dasyat pengaruhnya.…jika engkau tau….

Karena itu.…jika engkau mulai menyadari adanya benih-benih cinta mulai tertanam lembut dalam hatimu yang rapuh.…segeralah buat sebuah benteng yang tebal.…yang kokoh.…

Tanam rumput beracun disekelilingnya….

Pasang semak berduri di muara-muaranya….

Berlarilah menjauhinya.…

Menjauhi orang yang kau cintai….

Buat jarak yang demikian lebar padanya….

Jangan kau berikan ia kesempatan untuk menjajaki hatimu.…

Biarlah air mata mengalir untuk saat ini.…

Karena kelak yang akan kalian temui adalah kebahagiaan.…

Biarlah sakit ini untuk sementara waktu.…

Biarlah luka ini mengering dengan berjalannya kehidupan.…

Karena….cinta tidak lain akan membuat kalian sendiri yang menderita.…

Kalian sendiri.…

Saudaraku….

Tentunya sudah mengerti dan paham.…

Bagaimana rasanya jika sedang jatuh cinta.…

Jika dia jauh..kita merasa sakit karena rindu.…

Jika ia dekat.…kita merasa sakit.…karena takut kehilangan….

Padahal….ia belum halal untukmu.…dan mungkin tidak akan pernah menjadi yang halal.…

Karena itu.…jauhilah ia.…

Jangan kau biarkan dia menanamkan benih-benih cinta di hatimu….dan kemudian mengusik hatimu…

Jangan kau biarkan dia mempermainkanmu dalam kisah yang bernama cinta.…

Maka….bayangkanlah keadaan ini….tentang istrimu kelak.…

Saudaraku…..

Sukakah engkau….??

Apabila saat ini ternyata istrimu (kelak) sedang memikirkan pria yang itu bukan engkau….??

Sukakah engkau….??

Bila ternyata istrimu (kelak) saat ini tengah mengobrol akrab….tertawa riang….becanda.…

Saling menatap.…

Saling menggoda.…

Saling mencubit.…

Saling memandang dengan sangat.…

Saling menyentuh….??

Dan bahkan lebih dari itu.…??

Sukakah engkau saudaraku.…??

Sukakah engkau bila ternyata saat ini istrimu (kelak) sedang jalan bersama pria lain yang itu bukan engkau.…??

Sukakah engkau.…??

Bila saat ini istrimu (kelak) tengah berpikir dan merencanakan pertemuan berikutnya.…??

Tengah disibukkan oleh rencana-rencana….apa saja yang akan ia lakukan bersama pria itu.…??

Tidak cemburukah engkau temanku….??

Bila saat ini istrimu (kelak) sedang makan bareng bersama pria lain….

Istrimu (kelak) saat ini sedang digoda oleh pria-pria….

Istrimu (kelak) sedang ditelepon dengan mesra.…

Istrimu (kelak) saat ini sedang curhat dengan pria.… yang berkata.…”aku tak bisa jika sehari tak mengobrol denganmu.…”

Tidak cemburukah.…?? tidak cemburukah….?? tidak cemburukaaaaahhhhhhhh….??!!

Tidak terasa bagaimanakah….

Jika istrimu (kelak) saat ini tengah beradu pandangan.…

Bercengkrama…

Bercerita tentang masa depannya.…

Dengan pria lain yang bukan engkau….??!!

Sukakah engkau kiranya istrimu (kelak) saat ini tidak bisa tidur karena memikirkan pria tersebut….??

Menangis untuk pria tersebut.…??

Dan berkata dengan hati hancur.…”aku sangat mencintamu.…aku sangat mencintaimu.…??”

Tidak patah hatikah engkau.…??

Sukakakah engkau bila istrimu (kelak ) berkata pada pria lain….”tidak ada orang yang lebih aku cintai selain engkau….??”

Menyebut pria tersebut dalam doanya….

Memohon pada Allah supaya pria tersebut menjadi suaminya.…

Dan ternyata engkaulah yang kelak akan jadi suaminya….dan bukan pria tersebut….??

Jika engkau tidak suka akan hal itu….

Jika engkau merasa cemburu….

Maka demikian halnya dengan istrimu (kelak).…

Dan….Allah jauh lebih cemburu daripada istrimu….

Allah lebih cemburu.…saudaraku.…

Melihat engkau sendirian.…namun pikirannmu enggan berpindah dari wanita yang telah mengusik hatimu tersebut….

Saudaraku….kalian percaya takdir bukan…??

Saudaraku….kalian percaya takdir bukan….??

Apabila dua orang telah digariskan untuk dapat hidup bersama.…

Maka.…

Sejauh apapun mereka.…

Sebanyak apapun rintangan yang menghalangi.…

Sebesar apapun beda diantara mereka.…

Sekuat apapun usaha dua orang tersebut untuk menghindarkannya….

Meski mereka tidak pernah komunikasi sebelumnya….

Meski mereka sama sekali tidak pernah membayangkan sebelumnya.…

Meski mereka tidak pernah saling bertegur sapa.…

PASTI tetap saja mereka akan bersatu….

Seakan ada magnet yang menarik mereka.…

Akan ada hal yang datang.…untuk menyatukan mereka berdua….

Akan ada suatu kejadian.…yang membuat mereka saling mendekat.…dan akhirnya bersatu.…

Namun.…

Apabila dua orang telah ditetapkan untuk tidak berjodoh….

Maka….

Sebesar apapun usaha mereka untuk saling mendekat….

Sekeras apapun upaya orang disekitar mereka untuk menyatukannya….

Sekuat apapun perasaan yang ada diantara mereka berdua….

Sebanyak apapun komunikasi diantara mereka sebelumnya….

Sedekat apapun….

PASTI akan ada hal yang membuat mereka akhirnya saling menjauh….

Ada hal yang membuat mereka saling merasa tidak cocok….

Ada hal yang membuat mereka saling menyadari bahwa memang bukan dia yang terbaik….

Ada kejadian yang menghalangi mereka untuk bersatu….

Bahkan ketika mereka mungkin telah menetapkan tanggal pernikahan….

Namun.…yang perlu dicatat disini adalah….

Yakinlah.…bahwa yang diberikan oleh Allah….

Yakinlah….bahwa yang digariskan oleh Allah….

Yakinlah.…bahwa yang telah ditulis oleh Allah dalam KitabNya….

Adalah.…yang terbaik untuk kita….

Adalah….yang paling sesuai untuk kita….

Adalah.…yang paling membuat kita merasa bahagia….

Karena Dialah.…yang paling mengerti kita.…lebih dari kita sendiri.…

Dialah.…yang paling menyayangi kita.…

Dialah….yang paling mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita.…

Sementara kita hanya sedikit saja mengetahuinya.…dan itupun hanya berdasarkan pada persangkaan kita.…

Dan….yang perlu kita catat juga adalah.…

JIKA KITA TIDAK MENDAPATKAN SUATU HAL YANG KITA INGINKAN….

ITU BUKAN BERARTI BAHWA KITA TIDAK PANTAS UNTUK MENDAPATKANNYA....

NAMUN JUSTRU BERARTI BAHWA….

KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK DARI HAL TERSEBUT….

KITA PANTAS MENDAPATKAN YANG LEBIH BAIK SAUDARAKU….

YANG LEBIH BAIK….

Meskipun saat ini.…mata manusia kita tidak memahaminya….

Meskipun saat itu.…perasaan kita memandangnya dengan sebelah mata.…

Meskipun saat itu.…otak kita melihatnya sebagai sesuatu yang buruk….

Tidak.…jangan terburu-buru menvonis bahwa engkau telah diberikan sesuatu yang buruk….bahwa engkau tidak pantas….

Karena kelak….engkau akan menyadarinya.…

Engkau akan menyadarinya perlahan.…bahwa apa yang telah hilang darimu….bahwa apa yang tidak engkau Dapatkan….

Bukanlah yang terbaik untukmu.…bukanlah yang pantas untukmu.…bukanlah sesuatu yang baik ….untukmu….

Karena itu.…saudaraku.…

Jangan mubazirkan perasaanmu.…air matamu.…waktumu.….

Jangan kau umbar semua perasaan cintamu ketika engkau tengah menjalin proses taarufan.…

Jangan kau umbar semua kekuranganmu.…jangan kau ceritakan semuanya.…

Jangan kau terlalu ngotot ingin dengannya….jika engkau mencintainya….

Karena belum tentu dia adalah jodohmu.…

Pun jangan takut bila ternyata kalian tidak merasa cocok.…

Karena Allah telah menetapkan yang terbaik untuk kalian.…

Maka.…memohonlah padaNya.…

Mintalah padanya diberikan petunjuk.…dan dijauhkan dari segala godaan yang ada.…

Karena…cinta sebelum pernikahan.…pada hakekatnya adalah sebuah cobaan yang berat.…

Dan.…percayalah.…jodoh itu tidak ada kaitannya dengan banyak sedikitnya kenalan.…banyak sedikitnya teman perempuan….

Sama sekali tidak….

Karena jika laki-laki yang terjaga maka Allahlah yang akan mengirimkan pendamping untuknya….

Karena laki-laki yang terjaga adalah laki-laki yang banyak didamba oleh seorang akhwat sejati….

Jadi….jagalah dirimu.…hatimu….kehormatanmu.…sebelum saatnya tiba….

berdoaPerbanyak bekalmu.…dan doamu….

Yakinlah.…bahwa Allah yang akan memilihkan yang terbaik untukmu….

Amien.…

Ya Allah….karuniakanlah kami seorang pasangan yang sholeh.…

Yang menjaga dirinya…. Yang menjaga hatinya hanya untuk yang halal baginya….

Yang senantiasa memperbaiki dirinya.… Yang senantiasa berusaha mengikuti sunnah Rasulullah….

Yang baik akhlaknya.… Yang menerima kami apa adanya.…

Yang akan membawa kami menuju Jannah Mu Ya Rabb.…

Kabulkan ya Allah.…

Segerakanlah.…karena hati kami teramat lemah.…dan cinta sebelum menikah adalah sebuah cobaan yang berat.…

sumber: http://www.facebook.com/notes/nuruddin-al-indunissy/untukmu-yang-sedang-sendiri/302340909954

*dengan perubahan seperlunya

Berbagilah Seperti Angin Yang Berhembus

ilalangAl-Qur`an menggambarkan dua model manusia super kaya dari masa yang berbeda. Yang satu beriman, sedang yang lain kafir. Yang satu suka member hartanya, sedang yang lain lebih suka menyimpan dan memamerkan hartanya. Kedua model itu adalah Nabi Sulaiman Alaihissalam dan Qarun.

Syukur versus Angkuh
Sulaiman mewarisi kerajaan yang amat luas dari ayahnya, Nabi Daud Alaihissalam. Tentaranya terdiri dari manusia, binatang, dan jin. Setan yang ahli bangunan dan menyelam juga berada di bawah kekuasaannya. Sulaiman juga diberi kemampuan untuk memahami bahasa binatang, bahkan di antaranya dijadikan intelijen.
Tapi, kekuasaan besar dan kekayaan yang melimpah di tangan Sulaiman itu tidak menjadikannya sombong dan ingkar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebaliknya, semua itu justru menjadikannya lebih bersyukur.
Ia pun menjadi manusia yang taat dan saleh, baik secara ritual maupun sosial. Ini tercermin dalam doanya yang diabadikan dalam al-Qur`an berikut ini:

Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan untuk mengerjakan amal saleh (kebajikan) yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam kelompok hamba-hamba-Mu yang saleh. (An-Naml [27]: 19)

Sementara Qarun adalah seorang konglomerat besar yang hidup semasa dengan Fir’aun. Ia dikarunia harta yang melimpah dan kekayaan yang luar biasa. Al-Qur`an menggambarkan kekayaannya sebagai berikut:

Perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Al-Qashash [28]: 76)

Sayangnya, dengan kekayaan yang luar biasa itu ia malah menjadi sombong dan angkuh. Jangankan bersyukur, ia bahkan mengklaim bahwa semua kekayaannya diperoleh berkat ilmu dan kecerdikannya sendiri.
Al-Qur`an mencacat klaim tersebut dalam firman-Nya:

Qarun berkata, sesungguhnya aku diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku. (Al-Qashash [28]: 78)

Qarun sering keluar rumah dengan iring-iringan besar dan pengawalan yang super ketat. Ia sekadar ingin memamerkan kekayaannya sehingga orang yang menyaksikannya berdecak kagum sembari berkata seperti yang digambarkan al-Qur`an:

Semoga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Qarun, sesungguhnya dia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar. (Al-Qashash [28]: 79)

Qarun telah lupa daratan. Ia senang pujian, sanjungan, dan tepuk tangan. Ia merasa puas jika orang-orang di sekitarnya mengagumi harta kekayaannya. Dalam hatinya tak sedikitpun terbetik keinginan untuk berbagi dengan hartanya, walaupun sedikit.

Apa akibatnya? Qarun yang tak tahu diri dan sombong itu akhirnya mati bersama dengan seluruh harta kekayaannya dan tak seorangpun yang mampu memberikan pertolongan kepadanya (lihat Qur`an surat al-Qashash ayat 81).

Nabi Sulaiman dan Qarun adalah dua simbol manusia yang menyikapi harta secara berbeda. Sulaiman menganggap harta miliknya sebagai karunia Allah Ta’ala yang harus disyukuri dan dibagi-bagikan kepada sesama manusia yang membutuhkan.

Sementara Qarun mengira bahwa hartanya diperoleh karena ilmu, kecerdikan, dan kerja kerasnya. Ia menganggap harta kekayaan itu miliknya yang harus dinikmati dan dibangga-banggakan, bukan untuk dibagi. Dua sikap yang berbeda itu menghasilkan akibat yang berbeda pula. Sulaiman yang peduli terhadap sesama dan dermawan mendapati kehidupannya penuh kedamaian, kesuksesan, dan kebahagiaan. Ia mulia dan dimuliakan baik di dunia maupun di akhirat dengan surga.

Adapun Qarun yang mengambil sikap berlawanan dengan kehendak Allah Ta’ala justru mengalami nasib yang mengenaskan: di dunia bangkrut dan binasa, di akhirat mendapat azab dan siksa yang pedih di neraka.

Berbagi Karena Iman
Islam sangat menginginkan umatnya hidup saling mencintai, menyayangi, dan berbagi. Bahkan, semangat itu dijadikan ukuran keimanan seseorang.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) bersabda:
Tidak beriman salah seorang di antara kamu sampai ia mencintai saudaranya sama dengan ia mencintai dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan Nasai)

Dengan landasan cinta, seorang Muslim menjadi penolong bagi Muslim yang lain, sekaligus pelindung. Mereka bahkan mempunyai sikap yang luar biasa, yaitu mendahulukan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Mereka jauh dari sikap egois dan individualis. Mereka mengutamakan persatuan, hidup saling menyanyangi dan mencintai.

Allah Ta a’la menggambarkan mereka dalam al-Qur`an:

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. (At-Taubah [9]: 71)

Di masa Rasulullah SAW, sikap seperti ini pernah dipraktikkan dalam kehidupan nyata, yakni saat kaum Anshar (penduduk Muslim Madinah) menolong kaum Muhajirin (penduduk Makkah yang berhijrah) tanpa pamrih. Al-Qur`an mencatat hal dalam ayat berikut:

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshar) sebelum kedatangan mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya , mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-Hasyr [59]: 9)

Kejadian seperti itu tidak hanya sekali terjadi. Pada tataran individu, kejadian semacam itu bisa terjadi sehari-hari. Misalnya apa yang terjadi pada Abu Hurairah. Pada suatu hari, Sahabat yang dikenal miskin itu berkunjung ke rumah Rasulullah SAW demi mengadukan dirinya yang telah beberapa hari belum makan. Mengetahui hal itu, Abu Thalhah berinisiatif untuk mengambil alih masalah. Ia mengundang sahabatnya itu ke rumahnya untuk dijamu makan malam. Sayangnya, malam itu tidak ada makanan di rumahnya kecuali tinggal sedikit saja. Itupun merupakan jatah anak-anaknya. Maka ia kemudian berunding dengan istrinya, dan mengambil sebuah keputusan yang luar biasa, yakni makanan yang ada diperuntukan hanya bagi sang tamu.

Untuk itu, mereka segera menidurkan anak-anaknya tanpa makan malam. Sementara saat tamunya sedang menikmati hidangan, Abu Thalhah dan isterinya berpura-pura makan dengan cara memadamkan lampunya agar tidak terlihat. Abu Hurairah pun makan hingga kenyang, kemudian permisi pulang tanpa mengatahui apa yang sebenarnya terjadi. Keesokan harinya, saat shalat shubuh, iapun menunaikan shalat hingga selesai.

Seusai shalat Rasulullah SAW berpaling kepada para Sahabatnya dan bertanya, “Apa yang kalian lakukan semalam sehingga turun ayat yang memuji kalian?“ Ayat itu adalah ayat ke-9 dari Surah al-Hasyr di atas.

Tak Hitung-hitungan
Dalam hal berbagi, para Sahabat Nabi tidak mengenal istilah berhitung untung rugi. Mereka bahkan tak takut jatuh miskin, sekalipun seluruh harta miliknya telah habis dibagi-bagikan. Mereka berkeyakinan bahwa harta milik sebenarnya adalah apa yang telah disedekahkan, bukan harta yang masih di tangan.

Jika seperti itu semangat para Sahabat, bagaimana dengan Nabi sendiri? Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bahwa Rasulullah SAW tidak pernah dimintai sesuatu kecuali beliau akan memberikannya. Suatu ketika ada seorang lelaki datang kepada Nabi, lalu beliau memberinya kambing sejumlah yang berada di dua gunung. Lelaki itu lantas pulang ke kaumnya seraya berseru, “Wahai kaumku, masuklah kalian semua ke dalam Islam. Sesungguhnya Muhammad memberi sebagaimana pemberian orang yang tidak takut miskin.”

Sangat wajar jika Ibnu Abbas memberikan testimoninya tentang kemurahan hati beliau, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dalam Shahih-nya, yakni: Rasulullah adalah orang yang paling murah hati, lebih-lebih ketika bertemu Jibril di bulan Ramadhan. Beliau bertemu Jibril pada setiap malam bulan Ramadhan untuk tadarus al-Qur`an. Maka sifat murah hati Rasulullah melebihi hembusan angin.

sumber: http://www.suaramuslimsurabaya.com/index.php/component/content/article/50-iqra/151-berbagilah-seperti-angin-yang-berhembus

*dengan perubahan seperlunya

Filosofi Doraemon

Hampir semua orang Indonesia tahu negara Jepang. Orang-orang tua yang lahir sebelum negeri merdeka pasti tidak asing dengan nama negara ini, karena mereka merasakan bagaimana kejamnya bangsa Jepang dalam menjajah negeri walau hanya tiga setengah tahun. Fakta menunjukkan Jepang mengakhiri penjajahannya di Asia setelah mereka kalah perang dengan sekutu, setelah bom atom menghancurkan dua tempat di negeri matahari terbit itu.

Beda dengan Jepang yang kalah pada era perang dunia kedua, Jerman pernah mengalami kekalahan perang pada perang dunia pertama. Jika diperhatikan sekarang dua negara itu menjadi negara maju dengan teknologi dan inovasi yang diakui dunia. Pertanyaannya adalah mengapa mereka bisa menjadi negara maju?. Karena sama-sama kalah perang dan sejak itu mereka lebih fokus ke dalam negeri buka ke militer, atau yang lain….?. Cukup menarik mengkaji kenapa dua negara tersebut menjadi negara maju.

Sesuai dengan judul diatas, akan berfokus pada filosofi Doraemon. Doraemon merupakan film animasi yang “paling tua” dan paling lama diputar di Indonesia, sehingga siapa sih yang tidak tahu Doraemon yang mempunyai kantong ajaib ini?. Dinegeri asalnya, Jepang, Doraemon sudah dikenal puluhan tahun silam dan ternyata mempunyai filosofi yang sangat menarik berkaitan dengan kenapa bangsa Jepang bisa maju. Uniknya Jepang memberikan semangat kepada rakyatnya atau mengkomunikasikannya lewat film animasi/karton seperti Doraemon ini. Berikut paparan singkat tentang filosofi Doraemon yang saya dapatkan setelah secara tidak sengaja disuruh mengawal Jamaah Mercusian mengikuti penyuluhan bahaya narkoba untuk pemuda yang diadakan awal bulan Juli ini dan ini bersumber dari salah seorang pembicara (lupa namanya). Sebelum kata DORAEMON terdiri dari huruf-huruf yang mempunyai arti dan makna yaitu :

D = Dream atau impian. Setiap orang atau bahkan bangsa harus mempunyai impian agar ada sesuatu yang harus diperjuangkan di masa depan. Bangsa Jepang mempunyai mimpi-mimpi yang brilyan dan uniknya sebelum dapat direalisasikan mereka membuatnya dalam versi film, seperti robot, impian ingin menjadi peserta piala dunia sepakbola mereka menyemangati rakyatnya dengan membuat film Kapten Tsubasa yang cukup akrab bagi anak-anak disini. Dan impian itu bisa tercapai. Semua berawal dari mimpi.

O = Opportunity atau kesempatan. Melihat peluang dan kesempatan bahwa semua bisa dilakukan pada saat yang tepat. Kesempatan jarang datang dua kali, tapi jika pintar membaca dan melihat kesempatan, suatu hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan bisa direalisasikan.

R = Reform atau mengubah. Mengubah paradigma bukan hal yang mudah, tapi dapat dilakukan dengan mudah. Sangat penting mengubah paradigma atau cara pandang terhadap suatu hal agar sesuai dengan kekinian. Rasa malas beranjak dari cara pandang lama akan menghambat laju perubahan. Negeri ini akan telat maju kalau rakyat dan pemimpinnya tidak sejalan atau pemimpinnya tidak berhasil mengubah paradigma rakyatnya sehingga kemajuan itu terencana dan selalu akan didukung oleh rakyatnya. Mengubah diri atau mereformasi diri adalah proses dan butuh waktu.

A = Action atau tindakan. Bermula dari mimpi, ada kesempatan serta menerima dengan paradigma baru, maka selanjutnya adalah bertindak atau bekerja keras untuk mewujudkannya. Tindakan yang tepat dan terukur akan membuat sebuah mimpi menjadi kenyataan. Bergerak menuju perubahan.

E = Energy atau tenaga. Untuk melakukan itu semua butuh energi atau semangat. Energi dapat berarti makanan yang sehat dan bergizi tinggi. Perhatikan seperti apa yang dimakan bangsa Indonesia dan bangsa Jepang. Bukan sekedar makan tapi makan yang dapat membuat menjadi cerdas dan berani.

M = Mapping atau penempatan. Dengan perencanaan dan pengaturan yang tepat serta dapat menempatkan pada posisi yang pas, maka semua akan dapat memberikan kemajuan pada bagian masing-masing. Butuh pemetaan yang lengkap agar pemerataan kemajuan dapat dirasakan oleh segala lapisan.

O = Organization atau organisasi. Butuh lembaga atau sistem yang dapat mendukung apa yang akan dikerjakan. Organisasi bukannya sebuah kumpulan keinginan tapi juga personil-personil yang cakap dibidangnya serta berkomitmen tinggi untuk membuat sebuah kemajuan.

N = Network atau jejaring. Membangun jaringan kerja dan mendistribusikan kemajuan ke segala arah dan menintegrasikan menjadi satu. Network sangat dibutuhkan mengingat bahwa tidak semua ada dalam satu tempat, tapi terpisah.

Filosofi diatas konon membuat bangsa Jepang maju sehingga inovasi dan produknya diakui dunia, bahkan sebagian menjadi bagian dari budaya pop seperti walkman. Kemauan bangsa untuk maju dan terus berinovasi membuat Jepang dapat menjadi tolok ukur dalam bidang elektronika, otomotif dan lain-lainnya.

Kenapa bangsa Jepang bisa?.  Apakah harus kalah perang dahulu baru bisa maju…?

credits:

http://alhikmah-online.com/index.php/materi-utama/motivasi/112-filosofi-doraemon

Kesusahan dan Kenikmatan Sebagai Ujian

Sesungguhnya, hidup di dunia ini hanyalah sementara. Allah Ta’ala menciptakan manusia dan menguji mereka, agar nampak siapa yang paling baik amalannya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs. al-Mulk: 2).

Qatadah -semoga Allah merahmatinya- berkata, “Allah telah mengumumkan kematian kepada manusia, dan Dia menjadikan dunia ini sebagai negeri kehidupan dan kebinasaan, dan Dia menjadikan akhirat negeri pembalasan dan kekekalan”. (Tafsir ath-Thabari, juz 12 hal. 164).

Dan ujian Allah kepada manusia berupa perkara yang menyenangkan ataupun yang menyusahkan. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (Qs. al-Anbiya’: 35).

Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan“, yaitu Kami akan menguji kamu kadang-kadang dengan musibah-musibah dan kadang-kadang dengan kenikmatan-kenikmatan, sehingga Allah akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur, siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa. Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abbas, “Kami akan menguji kamu dengan kesusahan dan kemakmuran, kesehatan dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Katsir, surat al-Anbiya’ (21): 35).

Sikap Manusia Terhadap Ujian Allah

Menghadapi ujian dari Allah Ta’ala tersebut, kebanyakan manusia tidak lulus. Hanya sedikit orang-orang yang lulus ujian, sedikit orang-orang yang beriman, sedikit orang-orang yang bersyukur kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana dikatakan oleh Nabi Yusuf  ‘alaihis salam,

Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku, yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).” (Qs. Yusuf: 38).

Juga sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya yang paling mulia, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam,

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.” (Qs. Yusuf: 103).

Oleh karena itulah, jumlah yang banyak bukanlah standar kebenaran. Standar kebenaran adalah wahyu yang dibawa oleh Rasulullah dari Allah Ta’ala, yang dipahami oleh para sahabatnya.

Sikap Manusia Menghadapi Ujian Kesusahan

Banyak manusia berputus asa dengan kesusahan yang mereka alami, seolah-olah kesusahan itu tidak akan hilang dari mereka. Allah juga berfirman (yang artinya),

Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika dia ditimpa malapetaka, dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Qs. Fushilat: 49).

Imam Ibnu Katsir berkata, “Manusia itu tidak bosan meminta kebaikan kepada Rabb-nya, yaitu meminta harta, kesehatan badan, dan lainnya. Namun jika keburukan menimpanya, yaitu musibah atau kemiskinan, dia menjadi putus asa lagi putus harapan, yaitu terbetik pada pikirannya, bahwa setelah itu kebaikan tidak akan pernah menghampirinya”. (Tafsir Ibnu Katsir, surat Fushilat: 49).

Sikap Manusia Menghadapi Ujian Kesenangan

Namun sebaliknya, jika manusia itu mendapatkan berbagai macam kesenangan dan kenikmatan, maka kebanyakan mereka melupakan kepada Penciptanya. Mereka menganggap bahwa mereka berhak mendapatkan kenikmatan itu, mereka menganggap itu semua karena usahanya dan kepandaiannya. Kemudian kebanyakan mereka berbuat melewati batas!
Dan sesungguhnya kebanggaan dan kesombongan itu tidak menyelamatkan mereka dari siksa Allah sedikitpun. Allah berfirman (yang artinya):

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata, ‘Sesungguhnya, aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.’ Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, Maka, tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.” (Qs. az-Zumar: 49-50).

Allah juga berfirman (yang artinya),

Dan jika Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, ‘Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya’ Maka, Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka adzab yang keras.” (Qs. Fushilat: 50).

Imam Ibnu Katsir berkata tentang ayat ini, “Yaitu jika manusia mendapatkan kebaikan dan rezeki setelah kesusahan, dia mengatakan, ‘Ini untukku, aku berhak mendapatkannya di sisi Rabb-ku.’”

Firman-Nya “dan aku tidak yakin bahwa hari kiamat itu akan datang“, yaitu dia kafir terhadap datangnya hari kiamat. Yaitu karena Allah memberikan kenikmatan, dia menjadi sombong, berbangga, dan kafir.

Firman-Nya “dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisi-Nya“, yaitu jika terjadi hari kiamat, maka Rabb-ku akan berbuat baik kepadaku, sebagaimana di dunia ini telah berbuat baik kepadaku. Dia berangan-angan kosong terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, padahal dia berbuat buruk dan tidak meyakini (hari Kiamat).

Firman Allah “Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan, dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras“, yaitu Allah mengancam dengan hukuman dan siksaan terhadap orang yang perbuatannya dan keyakinannya seperti itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, surat Fushilat, 59).

Siapa yang Lulus Ujian?

Walaupun demikian, namun masih ada orang-orang yang lulus menghadapi ujian tersebut sebagaimana firman-Nya (yang artinya):

Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, ‘Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku’, sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga. Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shalih; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.” (Qs. Hud: 9-11).

Imam Ibnu Katsir berkata, “Allah Ta’ala memberitakan tentang manusia dan sifat-sifat tercela yang ada padanya, kecuali orang-orang yang dirahmati oleh Allah, yaitu hamba-hamba-Nya yang beriman. Bahwa manusia itu jika ditimpa oleh kesusahan setelah kenikmatan, dia berputus asa dari kebaikan terhadap masa depan, dan dia mengingkari (kebaikan) yang telah lewat, seolah-olah dia tidak pernah melihat kebaikan, dan setelah itu dia tidak berharap kelonggaran. Demikian juga jika manusia itu mengalami kenikmatan setelah kesusahan, “dia akan berkata, ‘Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku.’”, yaitu setelah ini, kesusahan dan keburukan tidak akan menimpaku lagi.

Firman-Nya “Sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga“, yaitu dia bergembira dan bersombong dengan apa yang ada di tangannya, berbangga terhadap orang lain. Firman-Nya, “Kecuali orang-orang yang sabar“, yaitu menghadapi kesusahan-kesusahan dan perkara-perkara yang tidak disukai; firman-Nya “Dan mengerjakan amal-amal shalih“, yaitu pada waktu longgar dan sehat; firman-Nya “Mereka itu beroleh ampunan“, yaitu dengan sebab kesusahan yang mereka alami; firman-Nya, “Dan pahala yang besar“, dengan sebab amalan mereka pada waktu longgar.” (Tafsir Ibnu Katsir, surat Hud: 9-11).

Maka, semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur terhadap nikmat, bersabar terhadap musibah, dan beramal shalih pada setiap saat sesuai dengan kemampuan kita. Amin.

sumber:

http://www.pengusahamuslim.com/baca/artikel/985/kesusahan-dan-kenikmatan-sebagai-ujian

12 Hal yang Sebaiknya Anda Pelajari Saat 22 Tahun

Lagi iseng² ngaskus, eh nemu thread bagus. Sekalian di-share aja nih untuk memotivasi.

12 Hal yang Perlu disiapkan pada saat umur 22 Tahun (hmm, tahun depan brarti :D)

***************************************************************************************************

12 Hal yang Sebaiknya Anda Pelajari Saat 22 Tahun
Waktu berlalu dengan cepat. Tampaknya baru kemarin kita berusia 12 tahun, sedang bermain sepeda di sekitar rumah. Saat berusia 22 tahun, banyak yang memutuskan untuk menikah dan berhenti sekolah, dan dengan uang pinjaman yang ada, banyak yang berpikir akan menjadi milioner saat berusia 30 tahun. Atau sejelek-jeleknya usia 35 tahun. Namun pada realitanya, segala sesuatu tidak berjalan semulus rencana.

Jika saat ini anda berusia 40 tahun, ada beberapa hal yang sebaiknya anda katakan kepada diri anda yang sedang berusia 22 tahun.

1. Selesaikan pendidikan anda.
Jangan berhenti. Mungkin anda merasa bosan sekarang, namun jangan sampai anda berada pada situasi dimana anda tidak menyukai pekerjaan anda, namun anda tidak dapat berhenti. Menyelesaikan gelar sarjana akan membukakan anda pintu terhadap lebih banyak kesempatan.

2. Uang tidak membusuk, simpanlah.
Mulailah berinvestasi sejak dini. Berapa banyak barang yang anda miliki untuk menunjukan jumlah uang yang anda habiskan semasa sekolah dan kuliah? Jika anda investasikan separuhnya saja, anda akan memiliki banyak pada masa paruh baya anda. Berinvestasilah sejak dini.

3. Jangan beli rumah pertama yang anda lihat.
Belilah yang termurah dengan lingkungan yang paling baik.

4. Bangunlah sebuah kebiasaan untuk hidup sesuai anggaran.
Hal penting yang harus anda ingat adalah: hidup sesuai anggaran atau budget tidak memenjarakan atau membatasi anda, namun untuk memastikan kebebasan anda suatu saat kelak.

5. Belajarlah untuk ber-negosiasi dalam segala hal.
Belajar negosiasi akan menyelamatkan uang anda dalam jumlah besar. Selalu siap untuk belajar dan keluar dari suatu situasi.

6. Pastikan anda dilindungi asuransi kesehatan setiap saat.

7. Waktu berkualitas di kantor memang penting, namun jumlah waktu anda di rumah-lah yang terpenting.
Bos anda tidak akan perduli dengan keluarga anda. Namun keluarga tetap ada setelah anda lama meninggalkan pekerjaan anda. Jadi sebaiknya utamakan keluarga anda.

8. Jangan dengarkan mereka yang mengatakan bahwa ada jalan singkat menuju kekayaan.
Kekayaan tercipta karena anda berhasil menawarkan sesuatu yang menarik dan bernilai kepada mereka yang memintanya. Pelajaran penting disini adalah: carilah tau permintaan yang belum dipenuhi dan pelajari bagaimana cara memenuhinya.

9. Pastikan pasangan anda memiliki nilai yang sama dengan diri anda.
Hal yang satu ini dapat menjadi penentu kebahagiaan anda. Bicarakanlah dengan pasangan anda, nilai yang penting pada kehidupan anda yang harus diajarkan kepada anak-anak, walaupun anda tidak berencana memilikinya.

10. Belajar membangun jaringan.
Belajarlah untuk terus berhubungan dengan teman lama. Belajarlah untuk meminta pertolongan tanpa terlihat sedang melakukannya. Lihatlah bagaimana orang lain membangun jaringan. Ingatlah, yang penting adalah bukan apa yang anda tau, tetapi apa yang dapat anda lakukan dengan apa yang anda tau. Dan yang lebih penting lagi, bukan siapa yang anda kenal, melainkan siapa yang kenal anda. Belajarlah untuk membangun jaringan tanpa mengharapkan imbalan.

11. Never accept a job just because the pay is higher.
Jangan menerima sebuah pekerjaan hanya karena ia memiliki bayaran yang lebih tinggi. Hidup bukan hanya tentang uang.

12. Percaya, namun pastikan.
Anda dapat percaya dengan apa yang diajarkan, anda dengar, dan baca sewaktu kecil. Namun sekarang, anda terus harus melakukan pengecekan terhadap referensi, menanyakan pertanyaan, dan mencari jawaban. Janganlah menjadi seorang sinis, namun pastikan segala sesuatunya. Pelajaran penting: pastikan anda tau anda sedang berurusan dengan siapa dan apa motivasinya.

Pelajari apa yang memotivasi diri anda. Pelajari apa yang memotivasi pasangan anda dan anak anda. Pelajari apa yang memotivasi teman dan teman kerja anda, bos anda, bos dari bos anda. Jangan pernah berhenti belajar, dan bertumbuh. Pada saat anda mencapai 42 tahun, anda akan menjadi seorang milioner!

credit:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2129482

Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)

Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba-tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.”

Rasulullah bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?”

Kami menjawab: “Allah dan rasulNya yang lebih tahu.”

Beliau melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”

Umar bin Khattab berkata: “Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah”.

Nabi menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin…”

Rasulullah SAW lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?”

Iblis menjawab: “Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.”

“Siapa yang memaksamu?”

Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:

“Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”

“Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?”

Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu, dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.”

“Siapa selanjutnya?”

“Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang Aliim dan wara’ (Loyal)”

“Lalu siapa lagi?”

“Orang yang selalu bersuci.”

“Siapa lagi?”

“Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.”

“Apa tanda kesabarannya?”

“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar.”

” Selanjutnya apa?”

“Orang kaya yang bersyukur.”

“Apa tanda kesyukurannya?”

“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.”
Baca selanjutnya…. Saat Iblis Bertamu Kepada Rasulullah SAW

Special songs

Lagu spesial untuk teman baru saya yang berasal dari seberang pulau.

Yui - Goodbye Days. Selamat menikmati.  ^^

Link downloadnya

http://www.mediafire.com/?muybbdof0o5

Pagi ini

Jam sudah menunjukkan pukul 02.30, tapi mata saya belum menunjukkan tanda-tanda mengantuk. Mungkin karena ada satu hal yang menarik perhatian saya pagi ini dan sayang rasanya kalau kesempatan ini dilewatkan begitu saja. Sebenarnya, hari ini kemarin saya berniat untuk tidur di awal malam. Niat cuma sekedar niat namun tidak dilaksanakan (hhe :p). Ya mau bagaimana lagi sewaktu saya mau tidur, saya tersadar bahwa kecepatan akses internet saya malam ini begitu cepat. Merasa belum yakin, saya pun mencoba untuk mengeceknya di logs.uns.ac.id dan saya sempat heran koQ traffic Internet MIPA (Fakultas saya) bisa melebihi bandwidth yang semestinya.

Bisa dilihat grafiknya melebihi 1400.0 k, padahal setahu saya bandwidthnya MIPA cuma sekitar 1300k saja (hayoo, knp ya ini 6(-_-)).

Wah! Kesempatan nih buat download (hhe :p). Kebetulan saya baru menemukan dorama jepang yang menarik perhatian saya (hho~ ). Tapi, karena di labkom punya aturan kalau mau download file-file besar itu downloadnya harus diatas jam 12 malam terpaksa deh saya menunggu sampai jam 12 dulu. Setelah mencari-cari dorama tsb di g**gle dan saya dapatkan link downloadnya. Wah, linknya luar semua lagi udh gitu gede-gede nih ukuran file 1 episodenya (hmm, terpaksa deh ni kyknya harus lembur :p). Tp gpp lah, yang penting bisa menghilangkan rasa penasaran saya dengan dorama ini.

Iseng-iseng saya printscreen proses downloadnya. hhe.. :p

Hmm, lumayan kan download ratenya sampe 230kb/s. Baca selanjutnya…. Pagi ini

Sleep tight

Judulnya sleep tight, padahal yang nulis ini (baca: saya) masih melek jam segini. Pengen tidur tapi ada yg harus diselesain buat besok hari ini kuliah (Maklum lah, mahasiswa biasanya SKS klo ngerjain apa2 :p). Iseng-iseng gk ada yang bisa diliat, eh buka yo**ube. Jgn pd su’udzon dlu, ni buka yo**ube pengen belajar (hho~). Soalnya klo cuma baca-baca e-book rasanya ada yg kurang gtu. Entah kurang ngerti atau emang gk ngerti sama sekali sama materinya (hhe :p). Saya akui memang tugas, eh matakuliah yg satu ini menuntut saya (ya elah, dituntut ama sape lu tong? gaya bgt lu! :p) untuk bisa belajar MANDIRI.

Yaudah deh, mau gak mau HARUS mau!. Alhamdulillah fasilitas udah ada, tinggal dipergunakan sebaik mungkin aja kan? (hho~ sombongnya :p). Eitsss, koQ jadi gk nyambung ma judulnya gini yak? (yeeee… yg daritadi ngomongnya ngalor-ngidul sapa emang? –”). Ok, kembali ke jalan yang benar!

Setelah beberapa video yang saya lihat di yo**ube (pastinya berkaitan ma MATERI yg sedang dipelajari tentunya :p), timbul rasa bosen capek jenuh males lelah yang menemani (ck ck ck). Maklum lah, video yang ditonton juga berdurasi lebih dari 10 menit dan semuanya berbahasa inggris (haha~). Sebenernya saya salut dgn orang2 yang mau membagi ilmunya dan TIDAK PELIT dengan ilmu yang dipunyai (mudah2an saya bisa menjadi yang seperti mereka2 itu suatu saat nanti, AMIN!).
Baca selanjutnya…. Sleep tight

Kezuhudan sebagian sahabat Radhiyallahu anhum

Repost dari pesan fac*b**k, benar2 menggugah hati saya setelah membaca pesan ini.

Kezuhudan Abu Bakar

Ahmad mengeluarkan dari Aisyah r.ha, dia berkata, “Abu Bakar meninggal dunia tanpa meninggalkan satu dinar maupun satu dirham pun. Sebelum itu dia masih memilikinya, namun kemudian dia mengambilnya dan menyerahkannya ke Baitul-mal.” Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 3/132.

Kezuhudan Umar bin Al-Khaththab

Ahmad mengeluarkan di dalam Az-Zuhud, Ibnu Jarir dan Abu Nu’aim dari Al-Hasan, dia berkata, “Ketika Umar bin Al-Khaththab sudah menjadi khalifah, di kain mantelnya ada dua belas tambalan. Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Kanzu, 4/405.

Kezuhudan Utsman bin Affan

Abu Nu’aiin mengeluarkan di dalam Al-Hilyah, 1/60, dari Abdul-Malik bin Syaddad, dia berkata, “Aku pernah melihat Utsman bin Affan berkhutbab di atas mimbar pada hari Jum’at, sambil mengenakan kain mantel yang tebal (kasar), harganya berkisar empat atau lima dirham. Kain ikat kepalanya juga ada yang robek. Diriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata, “Aku pernah melihat Utsman bin Affan yang datang ke masjid dalam keadaan seperti itu, pada saat dia sudah menjadi khalifah.” Ahmad mengeluarkan di dalam Shifatush-Shafwah, 1/116.

Kezuhudan Ali Bin Abu Thalib

Ahmad mengeluarkan dari Abdullah bin Ruzain, dia berkata, “Aku pernah masuk ke rumah Ali bin Abu Thalib pada hari Idul-Adhha. Dia menyuguhkan daging angsa kepadaku. Aku berkata, “Semoga Allah mlimpahkan kebaikan kepadamu. Karena engkau bisa menyuguhkan makanan ini, berarti Allah memang telah melimpahkan kebaikan kepadamu, ” Dia berkata, “Wahai Ibnu Ruzain, aku pernah mendengar Rasuluilah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Tidak diperkenankan harta Allah bagi seorang khalifah kecuali sebanyak dua takaran saja, satu takaran yang dia makan bersama keluarganya, dan satu takaran lagi yang harus dia berikan kepada orang-orang.” Begitulah yang disebutkan di dalam Al-Bidayah, 8/3.

Baca selanjutnya…. Kezuhudan sebagian sahabat Radhiyallahu anhum


weather counter